15-18 April 2010
aku pergi ke bali dengan teman teman sekolah
tujuan kami adalah study banding
pada saat itu
aku ditetapkan sekelompok dengan awie (seperti yang udah ku ceritain) dan muthet (nama disamarkan)
aku sih fine fine aja sama mereka
apalagi mereka emang temen temen deket aku
tapi setelah sampai di bali, aku baru tau ternyata !!
biar ku ceritakan...
sambil menerawang :P
MALAM PERTAMA
19.30
"akuu mauu mandii!! jagain akuu! awas kalo keluar!" ancam muthet
aku dengan malas menjawab "iya bu.."
"theeeet! aku juga mau mandiii!" teriak awie dengan suara volume maksi (kalo diibaratkan pembalut, mungkin itu sudah mencapai pembalut dengan panjang 50cm lebih)wkwkkw
"naaah! aku duluuuan!!" teriak muthet sama kencangnya
tiba tiba.. sreeeet.. terbesit ide gila di dalam diri awie..
"thet, mandi berdua yok?"
NGEEK? aku sampai terdiam akibat perkataan awie tadi, tapi saat ku tatap wajah muthet, ternyata ia sama terkejutnya dengan aku
kelihatan dari alur wajah
tapi aku semakin kaget saat muthet bilang "AYO!"
UHUK UHUUK!
permen karet yang sedang ku kunyah hampir saja tertelan
"GILA LO?" teriak ku spontan
tapi ucapan ku di acuhkan, mereka masuk kedalam kamar mandi berdua. hingga aku mendengar suara byur byur
aku yakin
mereka benar benar mandi berdua
"beneran mandi berdua?" tanyaku ragu didepan pintu kamar mandi
"iaaa.. tapi gak bugil kok, kok!" (kok, singkatan dari ekok, panggilan ku)
ku telan ludahku
membayangkan apa yang mereka lakukan di dalam, (jangan negative thingking!)
MALAM KEDUA
tidak ada apa apa, jam 8 malam, kami semua sudah terlelap..
MALAM KETIGA
ya..
malam terakhir..
dan sepertinya oleh karena itu, guru guru sengaja menempatkan murid muridnya di hotel yang lebih baik dari yang kemarin kemarin
melihat ada nya telepon paralel yang terhubung antara kamar dengan kamar yang lain,
seperti biasa..
sreeeet.. terbesit ide gila di dalam diri awie..
diraihnya telepon itu, dan mulailah ia menelpon orang orang hotel. hampir semua kamar yang berisikan murid sekolah kami ia telepon,
sampai sampai resepsionis nya juga!,
om deliperet order (begitulah katanya),
sampai ia berpura pura menjadi resepsionis
seperti ini, "selamat malam, dengan kamar nomor 212?"
suara diseberang "benar. dengan 212"
"benar memesan sop buntut dan blabla bla.. bla.."
"HA?" dan dengan paniknya langsung bertanya pada teman teman sekamar, siapa yang telah memesan
"maaf ya, mas, pesanan baru akan diantarkan dalam 5 menit lagi. trimakasih. dan selamat malam"
belum orang diseberang menjawab, telpon langsung ditutup.
dan dengan gaya medusa nya ia tertawa sekeras kerasnya bahkan menyadari bahwa kamar kepala sekolah disamping kamar kami -_-
dan itu terus dilakukannya hingga jam 3. akhirnya ia terlelap sendiri
----
Tidak ada komentar:
Posting Komentar