Halaman

Sabtu, 08 Mei 2010

calon anak kelas 9

hari seperti hari biasa..
masalah selalu saja datang tanpa henti..
kebahagiaan juga selalu mengikuti..
tapi tak terasa sekarang aku sudah hampir menjadi anak kelas 9

aku selalu ingat kata-kata kakakku, paling enak itu menjadi anak kelas 8

dan menurutku, itu bener kok!
kenapa ?
alasan :

1. tidak dibebani oleh Ujian nasional
what? itu penting tau! emang enak sih jadi anak kelas 9. seru.. teman tambah banyak. pergaulan luas. dan rasanya lebih dewasa. tapi bagaimanapun, dengan adanya ujian nasional, tentu itu gak seseru yang dilihat orang.

2. sudah mulai akrab dengan kakak kelas
masalahnya, terkadang ada kakak kelas yang suka menggencet adik kelas mereka. dalam artian, ada yang suka memanfaatkan. dan itu biasa dialami oleh anak kelas 7. karena mereka masih dianggap orang-orang baru di sekolah.

3. lebih leluasa mau jalan-jalan sama teman
sejak SD, pastinya jalan-jalan itu selalu dibatasi, meskipun saat SMP juga. tapi setidaknya lebih leluasa.

4. serasa berteman dengan siapa saja
nah, kalo ini gak tau ya? cman ngasal aja hhehehe

5. bisa santai
santai dalam artian beban pikiran berkurang, ada nya motivasi dan semangat lebih. waktu kelas 7 mungkin juga begitu, tapi mereka tetap memiliki beban sebagai anak kelas 7, yaitu junior paling kecil disekolah.
lalu kelas 9, harus erus-terusan serius dengan pelajaran, jika mau lulus. lulus sih biasa. tapi kalo nilai bagus (+jujur) baru luar biasa hhaha
nah kelas 8 ini, masa-masanya persiapan. tetap harus belajar, tapi tetap bisa santai. :D


nah sekarang masalahnya sebentar lagi aku naik kelas 9!
jadii..
intinya ... GAK MAU JADI ANAK KELAS 9 !

Selasa, 04 Mei 2010

3 Malam

15-18 April 2010
aku pergi ke bali dengan teman teman sekolah
tujuan kami adalah study banding

pada saat itu
aku ditetapkan sekelompok dengan awie (seperti yang udah ku ceritain) dan muthet (nama disamarkan)
aku sih fine fine aja sama mereka
apalagi mereka emang temen temen deket aku

tapi setelah sampai di bali, aku baru tau ternyata !!

biar ku ceritakan...
sambil menerawang :P


MALAM PERTAMA
19.30
"akuu mauu mandii!! jagain akuu! awas kalo keluar!" ancam muthet
aku dengan malas menjawab "iya bu.."
"theeeet! aku juga mau mandiii!" teriak awie dengan suara volume maksi (kalo diibaratkan pembalut, mungkin itu sudah mencapai pembalut dengan panjang 50cm lebih)wkwkkw
"naaah! aku duluuuan!!" teriak muthet sama kencangnya

tiba tiba.. sreeeet.. terbesit ide gila di dalam diri awie..

"thet, mandi berdua yok?"

NGEEK? aku sampai terdiam akibat perkataan awie tadi, tapi saat ku tatap wajah muthet, ternyata ia sama terkejutnya dengan aku
kelihatan dari alur wajah

tapi aku semakin kaget saat muthet bilang "AYO!"


UHUK UHUUK!

permen karet yang sedang ku kunyah hampir saja tertelan

"GILA LO?" teriak ku spontan

tapi ucapan ku di acuhkan, mereka masuk kedalam kamar mandi berdua. hingga aku mendengar suara byur byur
aku yakin
mereka benar benar mandi berdua

"beneran mandi berdua?" tanyaku ragu didepan pintu kamar mandi
"iaaa.. tapi gak bugil kok, kok!" (kok, singkatan dari ekok, panggilan ku)

ku telan ludahku
membayangkan apa yang mereka lakukan di dalam, (jangan negative thingking!)

MALAM KEDUA

tidak ada apa apa, jam 8 malam, kami semua sudah terlelap..

MALAM KETIGA

ya..
malam terakhir..
dan sepertinya oleh karena itu, guru guru sengaja menempatkan murid muridnya di hotel yang lebih baik dari yang kemarin kemarin

melihat ada nya telepon paralel yang terhubung antara kamar dengan kamar yang lain,
seperti biasa..

sreeeet.. terbesit ide gila di dalam diri awie..

diraihnya telepon itu, dan mulailah ia menelpon orang orang hotel. hampir semua kamar yang berisikan murid sekolah kami ia telepon,
sampai sampai resepsionis nya juga!,
om deliperet order (begitulah katanya),

sampai ia berpura pura menjadi resepsionis

seperti ini, "selamat malam, dengan kamar nomor 212?"
suara diseberang "benar. dengan 212"
"benar memesan sop buntut dan blabla bla.. bla.."
"HA?" dan dengan paniknya langsung bertanya pada teman teman sekamar, siapa yang telah memesan
"maaf ya, mas, pesanan baru akan diantarkan dalam 5 menit lagi. trimakasih. dan selamat malam"

belum orang diseberang menjawab, telpon langsung ditutup.
dan dengan gaya medusa nya ia tertawa sekeras kerasnya bahkan menyadari bahwa kamar kepala sekolah disamping kamar kami -_-

dan itu terus dilakukannya hingga jam 3. akhirnya ia terlelap sendiri

----

sepatu sebelah?

pada itu suatu pagi disekolah. tepatnya hari sabtu.
seperti biasa aku sedang berjalan jalan tidak jelas disekitar kelas ku, saat ku dapati riso (baca: red), sedang berlari gelisah
sebagai kakak angkat gadung, aku menemuinya

"kenapa, ris?" tanya ku "mana nitnit?"
"nhaaa ituu!"
"kenapa?"
sambil senyum senyum gaje (emang dia selalu gaje kok!), ia menarikku dari tempat tersebut, "dia minta jemput didepan sekolah"


ngik? wajar gak sih? minta jemput didepan sekolah??


karena aku hanya bengong menatapi muka riso, aku semakin ditariknya.
sampai lah kami didepan sebuah mobil (sensor), yaitu mobil nitnit
dengan muka tertunduk nitnit menghampiri kami dengan wajah malu

kulihat dari atas kepala hingga bawah. seperti biasa
kuulang lagi perbuatan ku tadi. daaaaaaaaaaaaaan... akhirnya ku temukan suatu keganjilan
SEPATUNYA !

ada apaa dengan sepatunyaaa ?


dan JENG JENG JENG

santaiii.. dia masih pake sepatu kok,
TAPI!!
TAPI!!
cuman satu sepatu.
SATU SEPATU!!

intinya : IA KE SEKOLAH HANYA MENGENAKAN SEPATU SEBELAH!


HAHAHAHAHAHAHA

benar benar anak ajaiiib!!
dengan lesu, ia berjalan hanya mengenakan sepatu sebelah, dan satunya lagii.. yaaahh.. nyeker (wkwkkwkwkwk)
aku memandang kaki telanjangnya,
dalam hati
aku hanya bisa berkata kaki kok dipamerin ?


:D