Halaman

Sabtu, 02 Januari 2010

siksa mati lampu

Minggu, 3 Januari 2010
00.44 am

saat itu aku tengah bersmsn ria bersama teman-temanku, hingga salah satu kakak kelasku menelponku.
namanya dede (nama disamarkan)
wkwkkwwwkkwkw

aku bingung setengah mati. apa coba tujuan nelpon orang malem-malem, gak jelas lagi!
tapi setelah itu malah kami smsn kembali.

tepat jm 02.04 am

BLEP

mati lampu..

"ARGGHHH !!!" gerutu ku setengah mati

aku paling benci yang namanya mati lampu. ini layaknya siksa kubur, hanya saja ini masih siksa sesaat dibumi.
aku tetap mengacuhkannya, dan kembali terus smsn, hingga aku tertidur sendiri...


03.43 am

aku terbangun, karena ya itu tadi..

PANAS COY !!


ini berarti sudah hampir dua jam, tapi listrik tak kunjung nyala-nyala,
akhirnya aku memutuskan untuk kekamar adikku,
karena dari kamarku, aku bisa mendengar suara kakakku dan adikku tertawa tawa,

(yaeyalaaahh.. wong mereka ketawanya kea halilintar)
hahahhahaha


sesampai disana, bisa kurasakan mereka gundah sepertiku (karena mati lampu), hanya saja mereka membawanya sambil ketawa-ketawa,

akhirnya aku bergabung dengan mereka sambil menyetel lagu dari hp ku nyaring-nyaring,
setelah itu aku kekamar orangtuaku,
kulihat adikku yang masih bayi (nama: salama, nama disamarkan) menangis ingin ke kamar adikku yang satunya (nama: nyonyok, nama juga disamarkan)
akhirnya aku membawa salama ke kamar nyonyok,
sampai disana,
mereka malah bermain terompet,


HEY HEY HEY ! ini tanggal 3 januari !!
tahun baru uda lewat 2 hari yang lalu !!


saat jam mau memasuki jam 4, akhirnya kakakku menggerutu

"kalo sampe jam 4 belum nyala ! gak bakal tidur aku !"

dan...


keajaiban terjadi..


taraaaaaaaaaa.....


lampunya nyala..

aku hepi luar biasa...
jd aku langsung menyalakan komputer, dan membuka facebook..

baru berberapa wall yang ku balas..

BLEP

tebak saja.. ya.. mati lampu again ! AGAIN !!!

aku mengamuk luar biasa..

tapi akhirnya tiga menit setelah itu lampu kembali menyala..

sungguh.. hari penuh siksa mati lampu..





xp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar